SPAGITU

SMP PGRI 1 BANDAR LAMPUNG

Siapa manusia di dunia ini yang tidak ingin menjadi kaya ? Hampir kebanyakan semua manusia di dunia sehari-harinya berlomba-lomba untuk mengejar kekayaan. Kecendrungan tersebut adalah sifat manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah ia dapatkan, selalu ingin terus bertambah dari apa yang ia telah dapatkan. Sehingga situs online yang bernama www.forbes.com pun merilis daftar orang terkaya di dunia, yang update secara realtime dari waktu ke waktu. Sebagai seorang muslim, sesungguhnya sangatlah mudah menjadi orang terkaya di dunia. Yaitu hanya dengan shalat 2 rakaat sebelum shalat subuh anda sudah mendapat gelar orang terkaya di dunia. Hal tersebut di dasari dari sabda Rasulullah SAW :

“Dua rakaat shalat sunnah fajar di masjid lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya”. (HR. Muslim)

Berdasarkan hadist tersebut perhitungkan kekayaan anda, jika semasa hidup setiap harinya anda melaksanakan shalat sunnah fajar sebelum shalat subuh. Berapa dunia yang anda telah dapatkan ? Lalu pikirkan jika shalat sunnah 2 rakaat sebelum shalat subuh itu manfaatnya sebesar itu, maka bagaimana dengan shalat subuh yang hukumnya wajib. Sudah barang tentu tidak terkira yang bisa anda dapatkan.

Lalu mengapa shalat sunnah 2 rakaat sebelum subuh dan salat subuh itu besar sekali pahalanya ? Sekiranya terlihat mudah melaksanakan perintah Allah SWT itu, namun pada kenyataannya sangatlah berat di lakukan oleh manusia. Cobalah perhatikan waktu subuh di masjid-masjid, apakah anda melihat banyak orang yang datang mengejar ridho Allah tersebut? Apakah banyak orang-orang muda disana ? Itulah sebabnya Allah memberi ganjaran yang sebesar-besarnya bagi setiap hambanya yang melaksanakan perintahnya dengan ikhlas hanya karena mencari ridho Allah SWT.

Orang terkaya di dunia

“Tidak ada Shalat yang lebih berat (dilaksanakan) bagi orang munafik daripada shalat Subuh dan Isya. Seandainya mereka tahu (keutamaan) yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan melakukannya kendati dengan merangkak. Sungguh aku telah hendak memerintahkan kepada petugas azan untuk iqamat (Shalat) kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang belum tidak keluar melaksanakan Shalat (di masjid).” (HR. Bukhari-Muslim, dari Abu Hurairah)
Semoga bermanfaat, jika ada yang salah saya mohon maaf dan kepada Allah SWT saya mohon ampun.
(Visited 868 times, 2 visits today)