SPAGITU

SMP PGRI 1 BANDAR LAMPUNG

Sudah hampir 64 tahun Indonesia Merdeka dari belenggu penjajahan bangsa-bangsa Eropa mulai dari zaman dinasti kerajaan Hindu, Budha, dan Islam hingga penjajahan yang dilakukan Belanda dan Jepang. Tapi lihat lah dunia pendidikan bangsa ini sampai saat ini, anak-anak dari keluarga miskin yang merupakan generasi penerus bangsa nantinya sangat sulit mendapatkan pendidikan yang layak walaupun pemerintah telah menggembar-gemborkan bantuan dana pendidikan untuk anak kurang mampu namun tetap saja kenyataan di lapangan mereka tetap susah untuk bersekolah dengan baik. Sekolah-sekolah di daerah terpencil atau jauh dari pusat masih banyak yang tidak layak pakai lagi, seperti tidak menjadi pusat perhatian bagi para pengurus pendidikan bangsa. Padahal salah satu kunci kesuksesan belajar adalah munculnya rasa kenyamanan, keamanan, dan kelengkapan dalam sekolah.

sedih-sekolah

sumber gambar : http://www.mediaindo.co.id/data/aktual/81062.jpg

anjalanjal2

sumber :

http://nathaliaks.files.wordpress.com

/2008/07/anak-jalanan.jpg

sumber: http://elviera23.files.wordpress.com/2009/02/anak.jpg

Tak tersentuhkah hati kecil kita melihat sekolah-sekolah generasi bangsa yang begitu menyedihkan, sekolah-sekolah itu tak lebih bagus dari rumah dinas pejabat-pejabat Indonesia. Dan lihatlah mereka yang waktu hidupnya tersita untuk mencari sesuap nasi, tanpa pernah terpikir untuk menempuh pendidikan seperti teman-temannya.

Dan lihatlah sementara mereka yang diberikan Tuhan kelebihan rejeki lebih dari mereka dengan nyaman bisa bersekolah disekolah yang bagus dan mencapai jenjang pendidikan yang tinggi. Sebuah mimpi bagi mereka untuk dapat bersekolah ke luar Negeri seperti Belanda, sedangkan bersekolah di Negeri sendiri pun tak bisa. Program beasiswa yang diberikan pemerintah maupun swasta pun tak menyentuh orang-orang yang benar-benar membutuhkannya. Salah satu contohnya saja program beasiswa yang bagus kebanyakan diberikan kepada siswa / mahasiswa yang berprestasi, sedangkan program beasiswa untuk anak kurang mampu hanya sebatas bantuan pembayaran uang sekolah yang jumlahnya tak seberapa. Bagi anak-anak kurang mampu seperti mereka bagaimana caranya mendapatkan beasiswa untuk siswa / mahasiswa yang berprestasi jika kami untuk bersekolah pun tak bisa.

“Studi di Belanda, ticket to a global community”, secara tidak langsung kata-kata tersebut memberikan jalan bagaimana kita dapat merasakan berada dalam komunitas global dengan belajar di Belanda, seperti Negeri Belanda yang berada di tengah-tengah komunitas dunia Eropa dalam berbagai aspek kehidupan. Siapapun orangnya tidak bisa dipungkiri pasti menginginkan keadaan tersebut, tapi coba lihat kembali keadaan pendidikan kita di Indonesia, apakah mereka yang telah belajar jauh-jauh di Negeri Belanda telah mampu memberikan perubahan untuk dunia pendidikan di Negerinya sendiri, apakah yang telah mereka dapat disana tidak bisa disumbangkan sedikit saja untuk membangun pendidikan bangsa. Ingat kita telah lama dijajah bangsa lain, apakah anak-anak kurang mampu di Indonesia tetap harus merasakan penjajahan yang dilakukan bangsanya sendiri karena Belajar Hanya Untuk Orang Berada sedangkan anak-anak tak mampu tidak.

(Visited 51 times, 1 visits today)